TENTANG KAMI POTENSI

Potensi Flora

Secara umum jenis vegetasi yang terdapat di dalam kawasan TN Wasur dapat dikelompokkan dalam 10 (sepuluh) klas hutan sebagai berikut:

  1. Hutan Dominan Melaleuca sp. (Dominant melaleuca forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Melaleuca sp., Lophostemon lactifluus, Xanthostemon sp., Acacia leptocarpa, Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalypthus sp., dan lain-lain.

  2. Padang Rumput Rawa (Grass swamp) didominasi oleh Pandanus sp., Phragmites karka, Hanguana sp. dan teratai.

  3. Padang Rumput (Grassland) didominasi oleh jenis vegetasi  Graminae sp. dan Pandanus sp.

  4. Savana (Savanna) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Melaleuca cajuputi, Banksia dentata, Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalypthus sp. dan Melaleuca sp.

  5. Hutan Bakau (Mangrove forest)  didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Avicennia marina, Bruguiera gymnorhiza, Exocaria agallocha, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Xylocarpus granatum, Xylocarpus moluccana dan palem.

  6. Hutan Pinggir Sungai (Rivarian forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Eucalypthus sp., Baringtonia cf acutangula, Trichospermum sp., Bamboo sp., Nypa fruticans dan Graminae spp. Luas masing-masing hutan monsoon dan riparian secara pasti masih belum diketahui.

  7. Hutan Musim (Monsoon forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Eucalypthus sp., Acasia auriculiformis, Acacia mangium, Dillenia alata, Banksia dentata, Rhodomyrtus sp. dan lain-lain.

  8. Hutan Pantai (Coastal forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Exocaria agallocha, Premna corymbosa, Terminalia catappa, Pongamia pinnata,  Thespesia populnea  dan Cocos nucifera.

  9. Hutan Jarang (Woodland forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Vitex pinnata, Melaleuca sp., Xanthostemon sp., Trichospermum sp., Dillenia alata, Eucalypthus sp., Asteromyrtus symphiocarpa,  yang dibagian bawahnya tumbuh berbagai tumbuhan semak.

  10. Hutan Co-Dominan Melaleuca sp. - Eucalypthus sp., (Co-dominant Melaleuca-Eucalypthus forest) didominasi oleh jenis vegetasi antara lain Melaleuca cajuputi, Eucalyptus alba, Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalyptus pelita, Eucalyptus sp.,  Rhodomyrtus sp. dan lain-lain.

 

Potensi Fauna

Di TN Wasur diperkirakan terdapat 80 jenis mamalia dan yang telah teridentifikasi sebanyak 34 spesies dimana 32 spesies diantaranya adalah endemik Papua. Burung tercatat 403 spesies dengan 74 jenis diantaranya endemik Papua dan diperkiraan terdapat 114 spesies yang dilindungi. Untuk jenis ikan tercatat 39 jenis dari 72 jenis yang diperkirakan ada, dan 32 jenis diantaranya terdapat di danau Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di sungai Maro. Sedangkan untuk jenis reptil telah tercatat 21 jenis, 4 (empat) jenis kura-kura, 5 (lima) jenis kadal, 8 (delapan) jenis ular dan 1 (satu) jenis bunglon. Untuk amphibi tercatat hanya ada 3 jenis, sedangkan data  serangga dalam kawasan TN Wasur masih belum banyak diperoleh, namun sedikitnya telah tercatat sebanyak 48 jenis.

Mamalia besar asli yang terdapat di kawasan TN Wasur adalah tiga marsupial yaitu Kanguru lincah (Macropus agilis), Kanguru hutan/biasa (Darcopsis veterum) dan Kanguru bus (Thylogale brunii).

Jenis-jenis burung yang terdapat di TN Wasur, antara lain  burung garuda irian (Aquila gurnayei), cenderawasih (Paradisaea apoda), kakatua (Cacatua sp.), mambruk (Goura cristata), alap-alap (Accipiter sp.), nandur (Ailuroedus sp.), belibis (Anas sp.), Bangau (Ardea sp.), dan lain-lain.

TN Wasur yang merupakan daerah lahan basah merupakan tempat yang sangat penting untuk burung-burung air di Indonesia, khususnya burung migran dari dan ke Australia dan New Zealand. Oleh karena itu, kawasan itu memiliki arti penting bagi kepentingan internasional sebagai tempat persinggahan ribuan burung migrasi antara Australia dan Asia.

Daerah-daerah yang sering menjadi habitat burung migran adalah daerah padang rumput, danau Rawa Biru, Rawa Dogamit, Rawa Mblatar dan pantai Ndalir. Pantai Ndalir dan Rawa Dogamit sering dikunjungi sekelompok burung pantai migran setiap tahunnya selama bulan Agustus sampai September, seperti Calidris ruficollis, Xenus cinereus, Calidris tenuirotris dan Charadrius mongolus.

Kawasan TN Wasur merupakan lahan basah yang luas, dimana banyak kehidupan aquatik yang menjadi komponen penting bagi keanekaragaman hayati dalam kawasan. Beberapa spesies ikan di kawasan ini, antara lain Arwana (Scleropages jardinii), Kakap loreng (Amniataba affinis) dan Sumpit loreng (Toxotes jaculatrix). Selain itu juga terdapat jenis-jenis ikan lain seperti Ikan Duri (Arius graeffei),  Ikan Lele (Clarias batrachus),  Kakap Kuning (Glassomia aprian), Ikan kaca kecil (Ambassis agrammus), dan lain-lain.

Reptil yang terdapat di TN Wasur , yaitu 2 (dua) jenis buaya (Crocodylus porosus dan Crocodylus novaeguineae), biawak (Varanus sp.), Kura-kura leher panjang Irian (Chelodina novaeguineae) dan kura-kura dada merah (Emydura subglobosa), kadal (Mabouya sp.), ular (Liasis, Phyton) dan bunglon (Calotus jubatus). Sedangkan jenis katak yang tercatat hanya 3 jenis yaitu katak pohon (Hyla caerulea), katak pohon irian (Litoria infrafrenata) dan katak hijau (Rana macrodon).

 

Potensi Wisata

Objek dan daya tarik wisata alam tersebut antara lain keindahan dan panorama alam, kehidupan flora dan fauna liar, bentang alam pantai, sungai dan lahan basah dengan berbagai keanekaragaman hayati maupun atraksi budaya tradisional lainnya.

Adapun ODTWA di Taman Nasional Wasur, antara lain:

  1. Pengamatan burung-burung migran di Pantai Ndalir, Rawa Dogamit dan Mblatar.

  2. Pengamatan burung-burung endemik di hutan jarang Melaleuca dan hutan dataran rendah.

  3. Wisata Sunset, memancing, berperahu dan berenang di Pantai Ndalir.

  4. Gedung Pusat Informasi dan Wisma Bina Cinta Alam BOMI SAI.

  5. Kolam Pemandian Biras.

  6. Bumi Perkemahan TN Wasur.

  7. Wisata memancing, berperahu dan berenang di Rawa Biru

  8. Wisata perbatasan (Monumen Tata Batas & Tugu Kembar Sabang Merauke) di Sota.

  9. Wisata budaya (pembuatan Sagu Sep) di Rawa Biru dan Kampung Wasur.

  10. Kerajinan tangan di Kampung Wasur dan Yanggandur.

  11. Pengamatan anggrek dan penyulingan minyak kayu putih oleh masyarakat di Kampung Wasur dan Yanggandur.

 

Kearifan Lokal

Wisata Budaya (4 suku adat): Marori Men-Gey, Kanume, Yeinan dan Malind Imbuti.

  • Tari-tarian

  • Masakan tradisional

  • Adat-istiadat

Masyarakat tradisional sebagian besar berada di dalam kawasan yang sehari-harinya melakukan pengumpulan bahan makan, baik sagu, hasil kebun/pekarangan, hasil buruan maupun hasil perikanan.